Belajar

Atmosferbelajar.com akan mengupas semua pembelajaran yang terkait dengan hakikat manusia di dunia sebagai makhluk sempurna.

November 18, 2008 at 7:01 am Leave a comment

Kecerdasan VS Kekreativan

Belajar merupakan suatu proses dalam diri sendiri yang mencakup ingatan, retensi, pengolahan informasi, emosi dan faktor-faktor lain berdasarkan pengalaman-pengalaman sebelumnya.

Keberhasilan dalam belajar sangat dipengaruhi faktor-faktor internal yang meliputi kecerdasan, kreativitas, motivasi, karakteristik belajar individu,kondisi jasmani dan mental, ketrampilan mengelola waktu dan ruang lingkup belajar. Dalam tulisan ini akan dibahas kecerdasan dan kekreativan.

Kecerdasan

Kecerdasan atau inteligensia merupakan faktor penting sebagai tolak ukur keberhasilan dalam belajar. Seseorang yang akan sukses dalam belajar setidaknya harus mengenal seberapa jauh kemampuan kita untuk berpikir, bertindak dan menguasai lingkungan. Sehingga kita secara sadar akan mengetahui kelebihan dan kelemahan kita dalam mengolah kemampuan kita tersebut.

Taraf kecerdasan seringkali dihubungkan dengan prestasi. Seseorang yang sangat cerdas memungkinkan dapat menyelesaikan tugasnya yang kompleks dalam waktu yang singkat. Sedangkan yang kurang cerdas mungkin dapat menyelesaikan tugas tersebut dalam wktu yang lebih banyak.

Kecerdasan tidak dapat diukur secara tepat, tetapi individu tersebutlah yang sesungguhnya dapat mengetahui secara tepat. Maka kenalilah diri anda, tes IQ hanyalah pendekatan dari tingkat kecerdasan anda.

Kecerdasan sesungguhnya dapat dilatih dengan pembelajaran yang tepat sesuai karakteristik belajar anda, ketekunan dalam mempelajari suatu informasi, fokus dalam belajar sesuatu dan mencoba melatih diri anda untuk berpikir kritis yang berujung dalam suatu hasil atau tujuan yang jelas (berpikir konvergen).

Kekreativian

Kreativitas dan kecerdasan merupakan dua dimensi yang sangat berbeda dalam proses berpikir manusia. Kreativitas cenderung pada proses berpikir manusia yang bersifat divergen, yaitu mencari macam-macam alternatif jawaban berdasarkan informasi yang diketahui.

Pada taraf tertentu kecerdasan dan kreativitas dapat berkorelasi atau berhubungan positif. Seorang yang cerdas cenderung berpikir kritis dan mendetail dalam suatu topik, tetapi orang yang kreatif cenderung akan berpikir luas dalam menyelesaikan suatu topik. Sangatlah ideal jika seseorang dapat berpikir kritis dan luas keluar menyangkut topik tersebut. Seseorang yang telah menguasai tahap tersebut biasanya mempunyai wawasan yang sangat luas.

Ciri-ciri arang kreativ mempunyai sifat ingin tahu, suka membaca, suka mencari pengalaman baru, mempunyai daya imajinasi, inisiatif dan minat yang luas serta merasa bebas dalam berpikir dan berpendapat.

Kenalilah diri anda sesegera mungkin sehingga dapat memaksimalkan proses belajar anda.

November 11, 2007 at 3:11 pm 3 comments

Konsentrasi belajar

Dalam mencapai suatu tujuan akan muncul berbagai masalah yang merupakan suatu hal yang biasa. Masalah yang ditemui dalam proses belajar tentu bervariasi, akan tetapi yang paling menonjol biasanya adalah kesulitan dalam berkonsentrasi, mengikuti disiplin yang secara konsisten dan tekanan kajiwaan atau stres.

Kemampuan berkonsentrasi setiap individu sangat bervariasi. Pada umummya individu peserta belajar konsentrasi akan mudah terpecah jika mengalami sedikit gangguan saja, sementara bagi perserta belajar yang lain sangat sulit untuk berkonsentrasi.

Pada peserta yang mengalami hal yang demikian keinginan untuk berkonsentrasi yang kuat hanya akan menimbulkan perasaan frustasi. Sebagaimana diketahui bahwa konsentrasi bukanlah sebuah proses yang dapat dilangsungkan atau tidak. Betapapun diperlukan dan diinginkannya, seseorang belum tentu dapat berhasil dalam berkonsentrasi, sehingga diperlukan langkah untuk mengatasinya.

Untuk mengatasi masalah ini terlebih dahulu disepakati bahwa berkonsentrasi adalah berpikir. Sehigga dikatakan bahwa seorang yang berkonsentrasi jika dia berpikir tentang suatu hal. Selanjutnya konsentrasi bulat atau fokus jika dia hanya memikirkan hal tersebut.

Yang harus dilakukan untuk meningkatkan kemampuan berkonsentrasi adalah harus memahami kelemahan yang dimiliki individu peserta belajar dan mengendalikannya. Secara garis besar gangguan yang mempengaruhi konsentrasi dapat dikelompokan menjadi dua yaitu gangguan luar dan gangguan dalam.

Gangguan luar timbul jika individu peserta belajar tidak mengalami kecocokan atau tidak terkondisikan untuk belajar pada lingkungan yang mereka tempati. Disamping itu minimnya fasilitas untuk kegiatan belajar juga dapat dikategorikan gangguan luar yang mempengaruhi konsentrasi individu. Fasilitas dan peralatan belajar yang mendukung seringkali menjadi hambatan dalam berkonsentrasi.

Gangguan luar yang dialami individu yang satu dengan yang lain tidaklah memiliki kesamaan. Sebaai contoh beberapa individu lebih menyukai suasana belajar yang terdapat musik didalamnya, sedangkan peserta belajar yang lain tidak menginginkannya.

Gangguan dalam yang sangat menonjol adalah kondisi psikis atau kejiwaan peserta belajar yang mencakup kesiapan belajar, minat untuk belajar dan target-target yang akan dicapai oleh individu peserta belajar.

Idealnya dalam proses belajar pembimbing diharapkan memiliki kesiapan yang tinggi untuk menghadapi individu peserta didik yang memiliki minat belajar tidak begitu besar. Sehingga target yang akan diperoleh sesuai dengan minat dan kemampuan individu peserta belajar.

Kiat-kiat untuk mengatasi masalah berkonsentrasi:

  • Membuat target atau perencanaan yang baik sesuai dengan kondisi yang ada
  • Mempersiapkan diri untuk belajar pada kondisi yang nyaman
  • Menghilanglan kebiasaan jelek seperti melamun
  • Segera menyelesaikan masalah-masalah pribadi yang dialami
  • Menyamakan minat terhadap setiap pelajaran yang diberikan
  • Mengantisipasi semua kemungkinan yang akan diperoleh setelah semua usaha dilakukan
  • Mencari alat untuk mengurangi kejenuhan sesudah proses belajar. Seperti main game, nonton film dan mendengarkan musik. Seimbangkan keduannya.
  • Mencari teman yang kompetitif sebagai kompetitor
  • Mencari perbandingan metode pembelajaran agar belajar kamu lebih beragam dan tidak monoton.

Selamat berkonsentrasi dalam belajar!!

November 11, 2007 at 3:08 pm 2 comments

Mengapa harus belajar?

 

Manusia adalah makhluk hidup yang paling baik dalam beradaptasi dengan lingkungannya. Kemampuan manusia dalam beradaptasi dengan lingkungan sangat erat kaitannya dengan proses belajar yang terjadi pada manusia.

Keadaan alam tempat manusia tinggal telah mendorong manusia untuk menciptakan teknologi yang berfungsi memudahkan kehidupan mereka. Serta semakin banyaknya populasi di dunia ini juga mendorong manusia membuat tatanan sosial dan kebudayaan yang mengatur hubungan dan kepentingan antar manusia.

Dengan kata lain faktor penting yang mendorong individu atau manusia untuk dapat hidup dalam tatanan kehidupan sekarang dengan baik adalah kemauan untuk belajar.

Semangat belajar yang dipupuk lebih dini akan memberikan dampak yang positif bagi individu dalam meningkatkan kemampuannya untuk mengatasi berbagai permasalahan yang dihadapi. Sebagai mana yang telah disepakti bersama bahwa hal-hal yang terjadi atau dialami pada masa anak akan sangat membekas sampai mereka dewasa, sehingga sedini mungkin dalam memberikan dorongan dan semangat belajar adalah sangat penting.

Pada umumnya manusia atau individu yang mau dan memilikii semangat yang kuat untuk belajar akan mencapai tingkat kemapanan yang baik dalam masyarakat. Tidak dapat dipungkiri bahwa orang-orang besar yang sukses pada masanya memiliki semangat belajar yang tinggi dan pantang menyerah dalam menghadapi kegagalan demi kegagalan yang mereka alami. Kemajuan dan perkembangan teknologi yang cukup pesat dewasa ini mendorong individu untuk mau tidak mau harus belajar agar dapat memperoleh kemapanan dalam kehidupannya.

Maka belajarlah!!


November 11, 2007 at 3:05 pm


Categories

  • Link Interaktif

  • Link populer

  • Feeds


    Follow

    Get every new post delivered to your Inbox.